mobbusukan (proses pengantaran jenazah raja ke pemakaman)

ceritera rakyat, Sampai sekarang jika ada raja atau keluarga raja yg meninggal selalu dilakukan prosesi pemakaman yang orang toli-toli menyebutnya dengan "mobbusukan"prosesi unik ini berawal ketika gaukan yang mendiami balre masigi zaman dahulu jatuh sakit dan ketika sakitnya semakin parah dia mengumpul para pejabat istana yang terdiri dari ; kapita raja, kapitalau, kapita adat, ukum,malrinu, jogogu ditambah keluarga gaukan , lalu sang gaukan berwasiat jika nanti saya mangkat atau wafat makamkan saya di tando kanau sambil menunjuk kearah pulau yg sekarang bernama pulau lutungan(entah siapa yg memberi nama yg dalam bahasa tolitoli tdk ada artinya). Selang beberapa waktu sejak disampaikannya wasiat itu wafat lah sang gaukan. para petinggi kerajaan kemudian berkumpul dibalre masigi untuk membicarakan persiapan prosesi mobbusukan. untuk diketahui dizaman itu jarak tando dari tanjung tolioli masih cukup dekat diibaratkan jika orang dewasa melempar batu kecil sekuat tenaganya, batu itu sampai di pulau, namun karena faktor abrasi sekarang semakin jauh.dari hasil pertemuan petinggi kerajaan disepakati untuk menuju pulau harus dibuat semacam rakit untuk dilewati para pengusung dan pengantar jenazah. Kapitalau kemudian meminta kepada jagugu untuk mengumpul perahu nelayan yg ada di tolitoli untuk digunakan sebagai rakit disusun berjejer dari tanjung tolitoli hingga tando kanau dibuat sedemikian rupa agar nyaman dilewati. usungan nya dibuat dari batang pinang, lalu sang gaukan dinaikkan diatas tandu kemudian dijaga oleh 2 orang yg berpakaian putih dan ikat kepala putih(yang diatas tandu hanya sang gaukan dan dua penjaga untuk memegang diposisi kepala dan kaki mereka itu adalah mohon maaf botuon)para petinggi kerajaan dan keluarga berada dibelakang pengusung lalu diikuti oleh masyarakat. Dalam perjalanan melewati rakit para pengusung kadang maju kadang mundur karena suasana diatas air, dalam pemahaman masyarakat jika usungan mundur warga seakan akan tidak ingin kehilangan gaukan mereka, dan saat usungan maju mereka menyadari inilah takdir, prosesi mobbusukan pertama ini sangat spektakuler di zaman itu karena perjuangannya luar biasa harus melewati laut. Tradisi ini hingga kini masih lestari namun suasananya  sdh berbeda krn dilakukan didaratan... jaga budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lomba konten kreatif