Porang tanaman Asli Indonesia, Begini Pengembangannya di Tolitoli
the TOLITOLI post--Tidak banting stir. Ia tetap sebagai lowyer alias pengacara. Namun kepiawaiannya di meja hijau, tidak mengalahkannya di rumput hijau.
Mansur Pondang SH MH, kini bersiap panen porang yang dibudidayakan nya beberapa waktu lalu di lereng Gunung Desa Ogomolli, Galang Tolitoli.
Dengan luas hampir satu hektar, porang miliknya sudah terbilang yang siap panen akhir tahun ini dengan berat mencapai 5-6 Kg pernah pohon.
Dapatkah kita kali kali, harga porang saat ini sedang naik daun, sehingga kadang daunnya rontok umbi semakin membesar.
Kepada the tolitoli post, Mansur mengaku awalnya coba-coba namun serius melakukan perawatan.
"Saya kalau sudah tidak ada kegiatan dalam kota, sudah lari lagi ke kebun," kisahnya mengenang awal awal dia menggandrungi kebun porang miliknya.
Kini, Mansur bersama jagoannya sering ke kebun melakukan pengecekan jangan sampai ada tangan usil merambah nya.
Beberapa waktu lalu, saat Rustan Rewa menjabat Kadis TPH begitu rutin menyambangi petani porang.
Bahkan diskusi di warkop milik ketua Asosiasi petani porang tak dilewatkan nya.
Kini, puluhan hektar porang milik masyarakat yang ditanam secara swadaya akan mulai memasuki masa panen.
Porang bisa diolah menjadi beras porang dan tepung porang. Harga beras porang mencapai Rp 150.000/Kg sedang tepung porang bisa Rp 350.000 sampai Rp 400.000/Kg
Komentar
Posting Komentar